Program Restorasi yang Didukung Anak Perusahaan Royal Golden Eagle Membuat Kehidupan Petani Kecil Membaik

Program Restorasi yang Didukung Anak Perusahaan Royal Golden Eagle Membuat Kehidupan Petani Kecil Membaik

Indonesia memiliki tanah yang dikenal subur dan luas. Dengan luas tanah yang melimpah pastinya ada saja beberapa oknum yang mencoba merusak hutan dan atau beberapa bencana yang membuat membuat hutan menjadi rusak. Maka dari itu, salah satu anak perusahaan dari Royal Golden Eagle milik Sukanto Tanoto membuat suatu program restorasi untuk mendukung kehidupan masyarakat.

APRIL Grup, anak perusahaan RGE, merupakan salah satu perusahaan yang berada di bawah naungan Sukanto Tanoto. Visi dari mereka, adalah meyakini bahwa pembangunan yang bertanggung jawab dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi Indonesia dan membantu masyarakat setempat untuk keluar dari siklus kemiskinan serta meningkatkan taraf hidup mereka. Akan lebih baik jika visi tersebut dapat terus berjalan, dimana dapat sebagai penggunaan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia sambil memastikan keberlajutan sistem dan lingkungan alami di masa kini dan juga di masa depan.

APRIL grup mengambil langkah untuk mengkonservasi dan merestorasi hutan yang ada di Indonesia. Konservasi adalah suatu pemeliharaan dan perlindungan sesuatu yang teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan cara pengawetan atau pelestarian. Sejak tahun 2005, APRIL grup berkomitmen pada konservasi hutan yang bernilai sangat tinggi terhadap lingkungan dalam area-area konservasi. Dalam hal ini, mereka telah melaksanakan 37 kajian, Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dengan menggunakan Perangkat HCV Indonesia. Hasilnya, mereka telah melestarikan dan melindungi lebih dari 250.000 hektar hutan NKT di Indonesia. Selain itu juga, mereka melindungi dan merestorasi area-area hutan yang sebelumnya sudah pernah dirusak oleh pihak lain. Seperti contoh di daerah Semenanjung Kampar yang merupakan sebuah ekosistem rawa gambut yang unik dan debgan keanekaragaman hayati tropis yang berada di atas lapisan rawa gambut yang tebal. Di daerah tersebut saat ini dalam tahap proses pemulihan 40.000 hektar hutan bernilai konservasi yang tinggi di dua area yang berbeda dari area tersebut sebelumnya.

Area konservasi dan restorasi ekosistem yang berada dalam 1 juta hektar ini, dialokasikan untuk kegiatan hutan. Dalam konsensinya yang telah diberikan oleh pemerintah Indonesia, yaitu: izin HPH (Hak Pengusahaan Hutan) dan dari area tersebut telah disisihkan untuk perkebunan berkelanjutan. Beberapa area yang digunakan untuk konsesi dialokasikan di area yang memiliki tanah gambut yang menyimpan karbon.

Pengelolaan perkebunan terpadu merupakan pusat dari upaya konservasi April, di mana menerapkan model “Ring Plantations (penanaman melingkar) sebagai cara untuk melindungi hutan konservasi dari perambahan dan degradasi. Pendekatan model tersebut memungkinkan penghasilan ekonomi serta membuka kesempatan kerja untuk mendukung penghidupan masyarakat setempat. Dengan adanya program restorasi ini, yang didukung anak perusahaan Royal Golden Eagle membuat kehidupan petani kecil membaik.

About: admin